Kamis, 12 Agustus 2021

HARUS BIJAK MEMILIH TEMPAT MAGANG

Bagi siswa SMK atau mahasiswa tentu familiar dengan kegiatan magang atau Praktek Kerja Nyata  Ada kalanya sekolah atau kampus melakukan kerjasama dengan instansi terkait untuk menyerap peserta didik yang membutuhkan pengalaman kerja melalui magang. 

Tidak jarang ada juga peserta didik yang dibebaskan memilih lokasi magang dengan sesuai keinginannya. Akan tetapi harus tetap mempertimbangkan ilmu dan ranah kerja di instansi terkait. Ini seperti yang saya alami ketika mengambil magang saat kuliah di suatu perusahaan teknologi di Semarang. 

Alasan saya memilih magang di instansi tersebut karena sejalan dengan keinginan saya. Saya pun merasa tepat memilih tempat magang karena saya banyak pelajaran yang didapatkan. Ironisnya senior dan teman saya memiliki nasib kurang beruntung. Mereka berkeluh kesah dengan merasa salah memilih tempat magang. 

Wisnu, seorang senior saya di kampus. Dirinya memilih magang di suatu instansi pemerintahan. Hal kurang menyenangkan karena dirinya hanya diberi tugas untuk memilah surat, memfotocopy berkas hingga menerima telepon dari pihak eksternal.

Keluh kesahnya karena sebagai mahasiswa yang dikenal cerdas di kampus. Senior saya ini merasa keilmuannya seakan kurang teraplikasi selama magang. Padahal harapannya bisa dilibatkan dalam beberapa proyek ternyata harus berpuas diri mengurusi hal administasi kantor.

asib tidak jauh berbeda dialami pula oleh Farida, teman angkatan saya. Dirinya bahkan sampai mengajukan penggantian tempat magang karena instansi yang menerimanya hanya melibatkan dirinya dalam program pelatihan seminggu sekali.

Artinya dalam sebulan, dirinya hanya 4 kali dilibatkan dalam instansi tersebut. Tentu ini akan berpegaruh terhadap laporan magang mengingat dirinya mengambil masa magamg hanya 1 bulan. Akhirnya dirinya memilih tempat magang lain untuk memaksimalkan potensinya. 


APA YANG HARUS DILAKUKAN AGAR TIDAK TERJADI HAL SEPERTI INI? 

1. Sharing dengan Senior

Ini adalah cara terbaik yang bisa dilakukan. Kita bisa bertanya seputar pengalaman kakak senior terkait dunia magang seperti magang dimana, berapa lama, bagaimana lingkungan kerja, siapa kontak yang bisa dihubungi, hal menyenangkan dan tidak menyenangkan di tempat magang hingga projek apa saya yang terlibat. 

Junior saya pun pernah sharing dengan saya terkait lokasi magang saya dulu. Mengingat tempat magang saya sangat welcome terhadap anak magang serta melibatkan mereka pada proyek internal. Maka saya dengan senang hati menceritakan dan merekomendasikan tempat magang saya dulu saat di Surabaya. 

Alhasil mereka antusias mendaftar ke lokasi sama dan merasa beruntung mendapatkan lokasi magang yang pas atas rekomendasi senior. 

2. Korepodensi dengan Instansi

Sebaiknya kita melakukan korespodensi terlebih dahulu. Kita bisa mencari kontak instansi di internet, menghubungi kontak tersebut dan menanyakan apakah instansi menerima siswa/mahasiswa magang. 

Seandainya instansi welcome terhadap kegiatan magang. Kita bisa meminta kontak personal atau email untuk korespodensi lebih detail.  Tidak ada salahnya kita menawarkan keterampilan kita kepada instansi mungkin bisa dijadikan pertimbangan untuk ditempatkan ke divisi tertentu atau bertanya posisi apa yang bisa dilamar. 

Untuk memastikan bahwa kita mendapatkan tugas yang sesuai, kita bisa mengkonformasi jobdesc yang akan kita kerjakan/bantu di tempat magang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar